Branding "Sukaramai"

Ada satu nama tempat unik di Medan. Namnya SUKARAMAI atau biasa dieja Sukarame, yang merupakan salah satu kelurahan dari Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Pajak Sukaramai sangat terkenal, bukan pertama-tama karena ramainya orang berjualan, melainkan kerasnya "karakhter" para pedagang di sana. 

Bangunan baru berupa pasar modern yang telah didesain dan sudah siap menampung para pedagang yang sudah terbiasa berdagang di pinggir jalan, tak kunjung dihuni para pedagang di sana.

"Kurasa para pedagang Sukarame inilah paling keras di Medan ini. Sampe-sampe susah kali lewat di Pajak ini," curhat supir angkot yang saban hari melintasi Jalan AR Hakim, yang merupakan jalan lintas Sukaramai menju pusat kota Medan dan sebaliknya.

Pasar Sukaramai, tepatnya Pajak Sukarame, sebagaimana dieja dalam dialek orang Medan, memang memiliki branding tersendiri. 

Tentu saja kita tak bisa memberi penilaian spontan atas karut marutnya Pasar Sukaramai ini. Sebab, di satu sisi kita harus memahami apa itu pasar. 

Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, wahana di mana setiap produk ditumpuk di sana. 

Artinya, sejauh penjual dan terutama pembeli lebih suka "ngumpul" di tepi jalan daripada di pasar-pasar inpres model kios-kios modern, maka sah-sah saja bagi pedangang yang tak mau kehilangan pelanggan.

Di sisi lain, pasar juga merupakan lahan mencari nafkah bagi pedagang. Di titik inilah kita harus memaklumi mengapa seringkali sulit memindahkan atau merenovasi pasar tradisional menuju pasar modern. 

Ada semacam kultur purba dari masyarakat yang selalu merindukan suasana desa, termasuk dalam tempat transaksi jual beli yang biasa berlangsung di sawah, ladang, bahkan di perempatan-perempatan jalan di desa.

Kita semua sadar bahwa setiap pebisnis atau tempat bisnis tertentu selalu memiliki apa yang disebut sebabagi BRANDING.

Sebagaimana personal branding juga tak berarti bahwa sang pemilik brand adalah orang yang sempurna, demikian juga tak ada pasar atau tempat usaha yang sempurna. 

Sebab, hal terpenting dalam kaitannya dengan branding ini adalah KESAN follower / customer / stakeholder / buyer atas kemampuan si pemilik branding mewujudkan harapan dari para follower / customer / stakeholder / buyer mereka.

Akhirnya, jauh lebih penting bagi kita adalah membangun branding positif, dengan harapan kelak kita memiliki follower / customer / stakeholder / buyer yang berikutnya juga akan menggiring kita menjadi sosok yang lebih positif.

Posting Komentar

0 Komentar