Kerjasama vs Sama-sama Kerja

Kerjasama vs Sama-sama Kerja
Di kantor, di tempat kerja kita sering bermasalah dengan orang yang sulit dalam bekerjasama. Ada saja orang yang selalu kesulitan beradaptasi dengan dunia kerja, terutama dengan tim kerjanya.

Sebetulnya gak ada masalah dengan orang seperti ini. Tapi akan jadi persoalan bila orang bersangkutan itu adalah seorang atasan, atau orang yang diberi tanggungjawab atas beberapa orang bawahan.

Ia semestinya jadi teladan, terutama dalam kerjasama dengan tim. Kalau yang terjadi sebaliknya, maka bersiaplah ia akan tersingkir dari grup.

Berhadapan dengan situasi ini, bawahan atau rekan kerjanya akan jauh lebih kesulitan bila orang jenis ini adalah staf atau karyawan titipan bos, atau bahkan orangnya sang owner perusahaan.

Lantas apa jadinya bila orang dengan tipe "nyusahin" ini dalam satu tim kerja? Cuma ada dua kartu truf yang bisa dimainkan. Pertama ia harus mengubah perilakunya; tentu bisa melalui 'alarm' dari orang-orang dekatnya, sebab bila tidak demikian,maka ia akan tersingkir dengan sendirinya.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah mendiskusikan secara terbuka bersama tim kerja tentang apa yang terjadi. Diharapkan inisiatif dan ketulusan dari anggota tim untuk menegur atau mengingatkan.

Cara ini tak mudah, tetapi bila dibarengi dengan spirit kebersamaan, niscaya produktivitas kerja akan meninggi.


Begitulah kerjasama harus dipulihkan (RESERVEd) agar tim kerja semakin bercahaya (LUMINESCE) dan produktivitas semakin meningkat. 

Posting Komentar

0 Komentar