Kugapai Asa Dengan Rasa Percaya

Aku yakin bahwa aku harus berjalan
Dorongan itu begitu terasa dari belakang
demikian kuat, hingga aku tak mampu menggugat

Dorongan itu menggontai langkah kakiku
kendati dalam peziarahan itu aku merasa kurang fokus 
ya, kurang fokus dengan tiap detak langkahku

Mataku begitu awas
hingga rasa ini selalu ingin melihat ke bawah
Oh My God...
aku tak melihat apa pun kecuali ketakutan 
dan gambaran ketakutan inilah yang sungguh menghantuiku. 

Tapi aku sadar bahwa 
aku harus menuntaskan perjalananku
sebab, di pikiran dan batinku juga terhampar sebuah HARAPAN 

Aku menyadari bahwa harapan utamaku 
adalah BERDIRI TEGAK di seberang, 
tepi jurang yang tak jauh lagi di depan sana
tepi jurang yang segera menjauhkan aku dari ketakutanku sendiri

HARAPAN ini menantiku dengan sabar
kendati sesekali ia bertolak pinggang 
seolah-olah menantangku : apakah aku mampu menggapainya?

Dalam perjalananku, 
menjelang tepi jurang, saat aku hendak memeluk daratan
pikiranku seakan berontak:
Sungguhkah tanggung jawabku mencapai garis finis di depan sana?

Sungguh, tanggung jawab itulah yang mendorongku
untuk memeluk asa hingga membiarkannya mewujud secara nyata



Posting Komentar

0 Komentar