Menyisir Rambut

Kaum Hawa kerap sibuk dengan rambut mereka. Delapan arah mata angin tampaknya tidak cukup untuk menatanya.

Dikepang, diponi, diurai, atau dibentuk dengan berbagai seni membuat wanita merasa lebih pede saat tampil di depan publik.

Teringat rambut, kita tak bisa melepaskan diri dari yang namnya sisir. Rasanya tak afdol saat rambut tak pernah 'kena' sisir, kendati banyak benutk rambut yang sengaja dibentuk tanpa sisir.

Antara rambut dan sisir, dalam konteks perawatan rambut adalah dualitas yang tak terpisahkan.

Tubuh dan asupan makanan juga adalah dualitas yang satu sama lain tak bisa terpisahkan, karena memang saling berkaitan.


Asupan makanan tak saja berguna untuk mengenyangkan perut, tetapi jauh lebih penting adalah fungsi makanan untuk memperlancar kinerja tubuh.

Memperlancar kinerja tubuh, sama dengan memperpanjang masa hidup tepatnya masa di mana kita diberi kesempatan yang Mahakuasa untuk memaknai hidup kita.

Merawat rambut itu penting, tapi jauh lebih penting adalah merawat hidup lewat pola makan, pola kerja atau pola istirahat. Jauh lebih penting lagi adalah bagaimana hidup kita berdayaguna bagi yang lain, entah lewat perkataan, entah pikiran, dan terutama lewat tindakan kita.

Akhirnya, semakin tinggi tuntutan hidup atau semakin besar tuntutan kerja kita maka semakin penting kualitas asupan makanan yang kita butuhkan.

Selamat pagi dan selamat beraktivitas.
Semoga hidup kita hari ini menjadi berkat bagi yang lain.


Lisa Huang Jeunesse

Posting Komentar

0 Komentar