Reserve Your Life

"Untung Aku masih percaya sama Yang Di ATAS"

Kalimat ini kerap tercetus di saat orang bertutur tentang pengalaman getir kehidupan. Kalimat ini menjadi gerbang keberanian seseorang dalam mengungkapkan betapa lemahnya ia sebagai manusia.

Bila kalimat "Untung Aku masih percaya sama Yang Di ATAS" ini dipahami demikian, maka ungkapan kepasrahan semacam ini sangat berarti.


Ungkapan kepasrahan pada Sang Empunya Kekuatan tak lantas berarti bahwa kita berhenti dan kalah pada lajunya hidup kita.

Kepasrahan itu justru menggiring kita pada kesadaran bahwa "aku terbatas" di satu sisi, dan ada "DIA YANG TAK TERBATAS" di sisi lain.

Inilah iman. Iman tak saja keluhan dan rintihan atas penderitaan hidup. Iman, serta merta adalah UNGKAPAN SYUKUR ATAS KEHADIRAN DIA YANG DATANG DARI ATAS DAN MEMBERIKU KEKUATAN.

"Kekuatan yang dari atas" oleh karenanya akan menghampiri hidup kita justru di saat kita berhenti sejenak dan menyadari betapa terbatasnya diri kita.

Ada kala di mana keasadaran akan keterbatasan kita itulah yang menambahkan asa hidup kita. Kenyataannya, semua beban hidup tak akan tuntas hanya oleh tangis, atau oleh tawa pelarian bersama teman-teman di cafe-cafe riang di kota tempat kita tinggal, atau membagikan foto sedang tersenyum di akun fesbuk kita.

Beban hidup pun patut disyukuri. Sebab, beban itulah yang mengayunkan langkah kita untuk berkorban, entah demi diri kita sendiri, entah untuk orang-orang terdekat kita.

Akhirnya, berhenti sejenak pada keterbatasan adalah cara kita membabarkan kelemahan di satu sisi, dan kebutuhan akan uluran tangan dari sang digdaya, yang sering kita namai "YANG DI ATAS!

Inilah makna sesungguhnya dari kalimat "Untung Aku masih percaya sama Yang Di ATAS" di atas.

* * * * *

Selamat malam, para sahabat.

Jangan pernah berhenti bersyukur pada kelamnya malam
sebab malam adalah saat di mana tubuh kembali memulihkan (To RESERVE) kesegarannya demi semangat baru di esok pagi, siang, sore hingga malam berikutnya.
Lisa Huang

Posting Komentar

0 Komentar