Modalitas

Sepanjang masa perkuliahannya seorang mahasiswi cantik tak pernah merasa dirinya bodoh. walaupun IPK nya nyaris tak sampai 2,0 (GPA 4,0).

Dia selalu merasa dirinya idola di ruang kelas, terutama idolanya para cowok.

Tugas-tugasnya pun tak pernah lalai ia kumpulkan dan nilainya cukup baik, bahkan melampaui nilai cewek-cewek lain di kelasnya.

Tak hanya itu, beberapa dosen pria juga kerap menggodanya dan mengajaknya kencan. Artinya di cewek cantik tadi mestinya gampang dapat nilai tinggi.

Lantas mengapa nilainya tetap anjlok?

Usut punya usut, ternyata, cewek tadi selalu berpikir mau ia primadona. Sepintas ia terlihat cerdik juga. Ia lihai memainkan kecantikannya demi mendapatkan nilai tinggi.

Sayangnya ia membagi kecantikannya berdasarkan matakuliah yg ia ikuti. Ke sesama teman mahasiswa ia begitu, demikian juga kepada dosen-dosennya.

Ia pun selalu kesulitan mengatur jam kencannya, apalagi saat tugas berbeda harus ia kerjakan. Belum lagi cowok-cowok itu mulai saling cemburu.

Selain itu, saat ujian dia selalu kesulitan krn ia tak pernah sungguh belajar di kelas. Ya, karena ada saja orang yang akan mengerjakan tugasnya.

*****

Dalam hal apapun kita semua membutuhkan modal, entah dalam bentuk apa pun. Kecantikan gadis dalam kisah di atas pun adalah modal berharga. Hanya saja kita kerap lupa bahwa modalitas ini juga harus di tempatkan pada tempatnya. 

Bila Anda seorang yang suka tugas-tugas lapangan maka Anda tak boleh memaksakan diri menjadi orang yang mengerjakan bidang administrasi.

Gunakan dan maksimalkanlah modalitas Anda pada tempatnya.

selamat sore, sahabat.

Www.lisajeunesse.blogspot.com

Lisa Huang

Posting Komentar

0 Komentar