Segar

Baik di pasar tradisional maupun di supermall kita selalu menemukan penjual es buah, sayur, bahkan susu dengan masing-masing ditambahi logo SEGAR. Misalnya Restoran Es Buah Segar, tersedia Sayur Segar, atau toko Susu Segar.

Entah apa makna kata SEGAR yang disematkan pada buah, sayur, susu, bahkan jenis obat-obatan tertentu itu. Hanya saja para customer alias pembeli atau pelanggan nyaris tak pernah mempertanyakannya. 

Jangan-jangan di otak kita sudah tertanam pengertia kata "segar" tadi dengan makna asosiatif yang terkait dengan sesuatu yang baru dipetik, baru saja dibuat/diolah, atau buah, sayur, susu atau obat-obatan yang selalu memberi EFEK SEGAR bila dikonsumsi pada saat itu juga. 

Demikianlah kata segar hampir selalu mengandung makna positif di dalam pikiran kita. Benar bahwa setiap kata sifat selalu memengaruhi makna kata benda yang mengikutinya. Seperti pada kata "buah segar" misalnya, kata segar selalu menggiring pikiran kita pada buah yang enak dan baru dipetik, dan tentu saja akan terasa lebih nikma dikonsumsi, apalagi dibandingkan buah yang sudah lama dipajang di etalase. 

Dalam keseharian kita pun harus membiasakan diri dengan PIKIRAN DAN HATI YANG SEGAR, agar siapapun yang kita "temui" selalu membawa kesegaran dan memberi kegairahan baru. Bukankah persahabatan adalah wahan untuk saling berbagi energi positif hingga saling menggairahkan? 

Andai saja pola pikir negatif masih menghantui diri dan pribadi kita masing-masing, maka kini saatnya model hidup seperti ini harus segera diperbaharui. Just reserve our life!

Posting Komentar

0 Komentar