Keseimbangan Matematis

Keseimbangan Matematis
Dalam khasanah kehidupan formula "mata ganti mata" atau "gigi ganti gigi" masih menghiasi relasi antar manusia.

Di dunia bisnis, misalnya, hukum ini berlaku pada saat terjadi "transaksi": mari berbagi berkat dan kutuk: "Aku untung dan kamu untung" dan "Bila aku rugi maka kamu juga harus ikutan rugi".

Di dunia politik, traktat di atas didendangkan dalam satu kata, yakni "kepentingan". Maka kalimat "Aku mendukung saudara sejauh saudara bisa mengamankan kepentinganku".

Tak ketinggalan di dunia rohani. Kata "pahala" tak jarang diterjemahkan dalam kalimat "Kalau mau masuk surga, kamu harus mengorbankan tenaga dan harta, dan salah satunya adalah bersedekah atau mengumpulkan 2,5% hingga 10% dari penghasilanmu untuk menghidupi para mubalig atau pendeta atau romomu."

Pendeknya, nyaris di semua sisi kehidupan kita, hukum "rimba" ini masih mendominasi relasi antar anggota masyarakat. Kenyataannya, "seseorang takkan mencintai orang lain yang tidak mencintaiya, minimal ada hal lain yang ia cinti selain diri orang itu, seperti harta dan kuasa.

Dalam bahasa sederhana ala anak muda kekinian, "Loe tau enggak sih betapa sakitnya hati gue saat cewek yang gue taksir nolak gue mentah-mentah? Liat aje ntar gue bikin dia bakal nyariin gue."

Posting Komentar

0 Komentar