You Are My Hero


Semua orang punya hero atau superhero. Kita kerap menyebutnya sebagai "pahlawan-ku" atau "malaikat-ku" atau "malaikat pelindung"-ku.

Kebanyakan ibu atau orang tua secara keseluruhan menyebut anak-anak mereka sebagai pahlawannya.

Atau di tatanan pergaulan sosial, pria kerap menyebut kekasih prianya sebagai malaikatnya. 

Begitu juga dengan murid yang begitu mengidolakan gurunya akan menyebut sang guru sebagai pahlawannya.

Apa pun makna pahlawan bagi kita semua, yang jelas terminologi ini hampir selalu menggiring kita pada sosok yang pernah "menyelamatkan" kita. Misalnya ketika seorang anak sangat mencintai ibunya atau ayahnya, maka bagi si ibu dan ayah tersebut sang anak adalah malaikan mereka.

Begitu juga ketika seorang pria begitu mencintai seorang wanita dengan caranya yang unik atau khas, maka bagi si wanita, sang kekasih adalah malaikatnya, bahkan kerap dianggap sebagai (meminjam istilah Ruth Sahanaya) "segalanya".

Istilah kepahlawanan di sini tentu saja bukan dalam pengertian epik atau para pejuang yang siap mati bagi tanah air yang dibelanya. Terminologi pahlawan di sini, kendati dalam tatanan terbatas, adalah sosok yang memberi "lebih" kepada seseorang yang dicintainya.

Dalam konteks ini, seorang pahlawan adalah seorang yang mencintai orang lain dengan cara yang unik, dan cara itu sangat bekenan di hati orang yang dicintainya.

Aku yakin kita semua punya pahlawan masing-masing, kendati kadang konsep ideal / "sempurna" tentang pahlawan kerap membutakan kita bahwa semua orang "sama saja".

Selamat beristirahat, kekasihku.
Kamu adalah pahlawanku....

Lisa Huang

Posting Komentar

0 Komentar