Kanker Rahim

Indonesia menduduki peringkat keenam jumlah penderita kanker rahim di dunia.

Kanker Rahim biasa disebut dengan kanker endometrium, karena kebanyakan menyerang sel-sel pembentuk dinding Rahim atau endometrium.

Kanker jenis ini juga bisa menyerang otot-otot di area rahim sehingga membentuk sarkoma uteri.


Gejala Kanker rahim

  1. Penyakit kanker Rahim biasanya dimulai dengan gejala perdarahan vagina. Meski demikian, harus dipastikan apakah perdarahan tersebut benar-benar gejala kanker, karena ada banyak perdarahan abnormal yang bukan kanker Rahim.
  2. Anda sudah menopause tapi tetap mengalami perdarahan. Belum menopause tapi mengalami perdarahan tanpa henti di luar siklus menstruasi. 
  3. Mengalami perdarahan yang berlebihan saat menstruasi. Sakit pada area panggul
  4. Merasa sakit sekali  ketika berhubungan seks: mengalami sekresi vagina dalam bentuk cai/darah encer.
  5. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  6. Mengalami benjolan pada perut bagian bawah.

Penyebab kanker Rahim belum diketahui dengan tepat. 
Faktor utama yang meningkatkan risiko terkena kanker Rahim adalah adanya ketidakseimbangan hormon tubuh terutama hormone estrogen.

Dalam tubuh wanita kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko terkena kanker Rahim. Jenis hormon ini menjadi faktor  yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon.


Terapi penggantian hormon:
  1. Menopause terlambat - penggunaan tamoksifen dalam jangka panjang
  2. Obesitas - belum pernah hamil di usia tua
  3. Pengaruh usia - risiko diabetes tipe 2


Upaya pencegahan terhadap kanker Rahim

  1. Komsumsi RESERVE 1 - 2 sahcet perhari, karena reserve mampu menyeimbangkan hormon, mengatasi infeksi.
  2. Menjaga pola hidup sehat. Untuk memastikan apakah perdarahan yang Anda alami merupakan gejala kanker Rahim silahkan periksakan diri ke dokter agar bisa dipastikan kondisi yang menimpa anda biasanya akan diperiksa dengan cara Tes USG transvaginal untuk memeriksa perubahan ketebalan pada dinding Rahim yang mungkin dikarenakan adanya sel-sel kanker
  3. Tes Biopsi yang dilakukan dengan cara mengambil serta memeriksa sampel sel-sel dalam dinding Rahim untuk diperiksa dibawah mikroskop


Apabila sudah terdiagnosis menderita kanker Rahim, maka dokter akan memeriksa stadium atau tahap perkembangan kanker yang Anda derita diantaranya melalui : MRI scan, CT scan, rontgen, dan tes darah.

Inilah prosedurnya..

  1. Pengobatan Untuk Kanker Rahim - Pengobatan kanker Rahim biasanya dilakukan sesuai tahap perkembangan penyakit kanker
  2. Pengangkatan Rahim - sangat dianjurkan operasi pengangkatan Rahim atau histerektomi, yang bermanfaat untuk menghilangkan sel-sel kanker dan mencegah agar tidak menyebar.
  3. Radioterapi, kemoterapi, dan terapi hormone serta RESERVE 6 sachet perhari


Jika ada ketemu kasus ini, diskusikan dengan saya

Semoga berguna.

WA: 082233233849
Lisa Huang

Posting Komentar

0 Komentar