Ketika Pria Memaksakan Diri Jadi Wanita

"Suruh aja para pria ini pakai rok," kata seorang gadis kepada kekasihnya terkait dengan lelaki di sekitarnya yang sangat cerewet dan hanya berani ngoceh sama wanita.

Jaman seolah berganti. Banyak perempuan terlihat lebih gentle dari lelaki; dan sebaliknya semakin banyak laki-laki yang lebih kemayu dari perempuan.

Apa yang kita tonton di layar televisi dan apa yang kita baca di media mainstream lain, termasuk media sosial semakin membenarkan bahwa kontradiksi di atas.

Ini kenyataan di sekitar kita; dan kenyataan ini seakan menjadi gerbang penghapus isu gender yang selama sekian tahun ada anggapan bahwa wanita dijajah pria.

Lantas, kita menjadi bingung: apakah "pergantian peran" ini menjadi bukti keberhasilan gerakan feminisme? 

Jangan-jangan ini justru menjadi cara kaum laki-laki merampas apa yang seharusnya dimiliki wanita, yakni kelembutan, sikap manja, kegemaran merawat tubuh, bahkan merampas cerewetnya kaum perempuan...

Jaman ini ada-ada saja. Jenis kelamin pun nyaris dihapus dan disama-ratakan; bahkan sisi kewanitaan dan sisi kelaki-lakian pun seakan ingin disamakan. 

Tak hanya itu, orang dengan jenis kelamin yang sama pun bahkan bisa saling berganti peran: siapa yang jadi "ibu" dan siapa yang jadi "ayah" dalam perkawinan sejenis.

Jaman memang berubah, tetapi perubahan itu tak lantas mengubah hakikat dan kodrat kemanusiaan kita. Laki-laki... ya laki-laki ! Perempuan... ya perempuan ! Jangan memaksakan diri untuk memadukan keduanya.


Ada-ada saja ya.....
Jangan ikutan loh....


Hahahaha....


Lisa Huang

Posting Komentar

0 Komentar