Barba Non Philosophum Facit

Barba Non Philosophum Facit Sebetulnya kita kita semua tahu dan sadar, bahwa Pilkada bukanlah arena pertarungan antar generasi generasi Silent Generationbaby boomers, Gen X, Gen Y (Milenial), iGen/Gen Z dan generasi Alpha.
  1. Silent generation atau sering disebut generasi tradisional adalah generasi yang lahir pada masa kekacauan ekonomi global (Perang Dunia II), antara tahun 1925-1945. Generasi sangat berhati-hati dan konservatif dalam membelanjakan uang mereka.

    Dalam hal politik, generasi ini cenderung lebih patriotik, patuh pada hukum, taat kewajiban, dan lebih mengutakaman membela hal yang benar dibanding membela kepentingan pribadi. Jelas, tak satu pun balon bupati Samosir saat ini yang lahir dalam kurun waktu ini.

  2. Baby Boomers adalah generasi yang lahir dalam kurun waktu tahun 1946-1964 dan hidup dengan berkecukupan, bahkan lebih. Disebut baby boomers karena di masa ini pertumbuhan kelahiran begitu pesat (seturut berangsurnya kesulitan-kesulitan masa perang).

    Generasi ini cenderung berorientasi pada pencapaian dalam karier secara konsisten demi kesejahteraan anak cucu mereka kelak serta lebih mengandalkan sesuatu dengan cara konvensional (walaupun tak sedikit juga dari mereka yang kini mulai akrab mengunakan gadget).

    Ir. Juang Sinaga (17 September 1957), Drs. Martua Sitanggang, MM (2 Oktober 1954) dan Laksma TNI (Purn) Marhuale Simbolon, S.Pi. (12 Agustus 1960) lahir pada periode ini.

  3. Gen X adalah generasi yang lahir antara tahun 1965-1980 dan cenderung ragu dalam bertindak atau mengambil keputusan, sehingga genarsi ini juga kerap disebut generasi skeptis. Generasi ini sudah mulai mengenal yang namanya komputer dan video game dengan versi sederhana.

    Di Indonesia, generasi X adalah generasi yang berjasa menjatuhkan pemerintahan Orde Baru yang otoriter. Secara internasional, mereka juga menyaksikan cukup banyak konflik atau kejadian politik global seperti Perang Vietnam, jatuhnya Tembok Berlin, serta berakhirnya Perang Dingin. Drs. Rapidin Simbolon, MM lahir pada periode ini (11 Oktober 1967)

  4. Gen Y (Generasi Milenial)adalah generasi yang lahir dalam kurun waktu 1981-1994 dan satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua. Itu sebabnya generasi ini disebut generasi Milenial. Generasi ini tidak melulu mengejar harta, tapi lebih mengejar solidaritas, kebahagiaan bersama, dan eksistensi diri agar dihargai secara sosial.

    Selain mengalami transisi dari segala hal yang bersifat analog ke digital, generasi Y juga tumbuh seiring dengan semakin matangnya nilai-nilai persamaan dan hak asasi manusia, sehingga mempengaruhi pembawaan mereka yang bisa dinilai lebih demokratis. Vandiko Matius Gultom terlahir sebagai Generasi Milenial (13 Februari 1992).

  5. iGen/Gen Z adalah generasi yang lahir dalam kurun waktu 1995-2010 dan ahli dalam penggunaan teknologi dan gawai. Hampir 50% Gen Z memeriksa media sosial setidaknya setiap jam sekali. Mereka pun lebih cepat memperoleh informasi dari pada generasi-generasi sebelumnya.

    Tak sedikit dari Gen Z yang kini menjadikan media sosial sebagai lahan mereka untuk mencari penghasilan. Seperti membuka online shop atau menjadi influencer muda.

  6. Alpha adalan generasi yang lahir di atas tahun 2010 dan sudah familiar dengan teknologi bahkan sejak usia yang sangat belia. Generasi alpha lebih tertarik bermain gadget dibandingkan permainan tradisional anak di era sebelumnya.
Muda atau tua, mereka adalah orang hebat yang berani menjadi pemimpin bagi masyarakat Samosir. Tak peduli apakah mereka masih jadi bupati dan ingin memperpanjang masa pemerintahannya, atau malah samasekali belum pernah jadi bupati.

Namun, satu hal yang pasti, ketiga calon bupati itu sudah pernah bekerja dan berkarya di pemerintahan dalam ruang yang berbeda.

Vandiko, misalnya sebelumnya telah berpengalaman di departemen PUPR dan Marhuale sudah pernah mengabdi di militer. Artinya, ketiga balon bupati ini adalah orang-orang yang sudah berpengalaman melayani masyarakat.

Bahwa mereka ingin menjadi Samosir-1 tak lain tak bukan karena mereka ingin mengabdi kepada tanah leluhur mereka. Apalagi, Vandiko yang paling muda harus kita apresiasi. Ia datang ke Samosir bukan untuk menghabiskan masa pensiunnya.

Andai saja hanya orang yang sudah pernah jadi bupati yang boleh menjadi bupati, maka semua bupati hanyalah bekas bupati. Lebih parah lagi, jabatan bupati akan lenyap bersamaan dengan matinya semua bupati dan bekas bupati.

Padaha pilbup adalah pesta. Dalam kultur Batak, pesta adalah perayaan keberhasilan dalam arti luas; dan pesta terbaik adalah ketika semua pihak Dalihan Natolu dan seluruh undangan turut menikmati aura kegembiraan pesta tersebut.

Memang orang sering mengatakan, No free lunch alias tak ada makan siang yang gratis. Untuk itu, peran serta kita sebagai calon pemilih adalah mengajak semua warga yang punya hak memilih untuk datang ke bilik suara, memilih bupati baru untuk lima tahun ke depan.

Pilihlah yang terbaik dari ketiga paslon terbaik. Enggak usah peduli tua atau muda, karena seperti kata pepatah Latin kuno, "barba non facit philosophum"  yang artinya, janggut tidak membuat orang manjadi filsuf). Atau dalam terjemahan bebas, jangan memandang orang berdasarkan ciri lahiriah belaka.

- Lusius Sinurat


Posting Komentar

0 Komentar