Emang Gila Si Kawan Ini

Emang Gila Si Kawan Ini

Itu kata teman tentang #WDBISA yang memilih jalur Independen. Bagaimana tidak, banyak partai yang sebetulnya bersedia menampung. Andai partai-partai itu jual mahal, #WDBISA tinggal lobi sini lobi sana, bayar operasional dan tawar-menawar lewat elektabilitas.

Ini sudah cukup bagi paslon manapun yang ingin mencalonkan diri dari partai. Bahwa ada calon yang kesulitan, hampir pasti karena partai banyak pilihan paslon, dan elektabilitasnya rendah. Tapi tidak dengan Wagner Damanik. Ia sudah terlanjur cinta mati pada tanoh habonaron do bona, Simalungun.

Begitu besar cintanya untuk Simalungun, hingga niatnya menjadi #PARHOBAS #SIMALUNGUN tak mau diraihnya dengan jalan pintas, apalagi jalan yang tak pantas karena ia menginginkan dukungan yang tulus dari warga Simalungun.

Padahal Wagner punya banyak kawan banyak. Sudah begitu, wakilnya juga tergolong sukses sebagai pengusaha. Artinya, #WDBISA sanggup kerjasama dengan partai.

Belum lagi Wagner punya banyak relasi dan koneksi di lingkaran pejabat tingkat nasional, bahkan "pasukan naga" yang bisa memberinya dana. Nyatanya ia justru lebih suka menggunakan uangnya sendiri untuk membiayai pencalonannya.

 "Saat temen-teman angkatan saya, sesama jenderal polisi tahu saya mencalonkan diri, mereka memberi "jempol" dengan syarat "harus menang". Mereka memuji langkah saya mencalonkan diri sebagai bupati Simalungun," kata Wagner dalam sebuah kesempatan berbincang dengan penulis.

Abidinsyah memang belum pernah saya kenal. Saya hanya membaca profilnya yang baru-baru ini ditulis Robby Saragih. Yang saya dengar, Abidinsyah juga pengusaha yang peduli dengan sesamanya. Ia tak hanya soleh sebagai seorang Muslim, tapi juga seorang pengusaha yang tekun hingga sukses.

Bisa disimpulkan bahwa pasangan #WDBISA ini bulanlah orang yang kelebihan duit, atau hanya bermodalkan uang dalam pencalonan mereka. Tidak. Wagner sendiri bukanlah jenderal kaya, yang setelah pensiun sempat wara-wiri menjadi komisaris perusahaan yang butuh "pengamanan" seperti kebanyakan perwira yang sudah pensiun.

Tapi juga tak lantas berarti kalau Wagner ini seorang jenderal miskin. Tak ada jenderal yang miskin setelah perang dunia kedua berakhir. Ringkasnya, baik WD maupun BISA, keduanya sama-sama orang yang suka berbagi, bukan sekedar rela berbagi harta mereka, namun terutama merelakan diri menjadi pelayan masyarakat sekaligus bersedia memperbaiki Simalungun dari kesemrawutannya selama ini.

Abidin memang gila, karena sedia berpasangan dengan Wagner. Tetapi Wagner lebih gila lagi, karena modalitasnya sebagai jenderal polisi justru ia korbankan dan rela mencalonkan diri aebagai bupati Simalungun, dan bukan mengincar jabatan gubernur Sumut.

Simalungun butuh pemimpin gila, tentu dalam arti yang positif. Sebagaimana juga #WDBISA adalah pasangan calon bupati yang tergila-gila melayani masyarakat Simalungun.

Bukan untuk diri mereka, tetapi untuk masyarakat Simalungun secara keseluruhan. Jadi, tunggu apalagi, "para warga sadayana", hita ganupan halak Simalungun na dong i Kabupaten Simalungun on. Riap hita ganup mandukung #WDBISA.

xxii.vii.mmxx
Lusius Sinurat


Posting Komentar

0 Komentar