Pola Kaderisasi Partai Politik

Pola Kaderisasi Partai Politik
Pola kaderisasi kader partai politik peserta pemilu pada dasarnya berbentuk pelatihan, pendidikan kader dan juga diskusi-diskusi tematik. Sistem rekruitmen kader partai politik untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di partai, pencalonan anggota legislatif dan eksekutif dapat dibagi menjadi dua,:
  1. melalui jalan rekruitmen dari internal partai, dan 
  2. rekrutmen dari eksternal partai.
Menariknya, syarat kaderisasi kader partai tidak selamanya menjadi syarat yang mengikat dalam proses rekruitmen partai politik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pola kederisasi partai politik nasional peserta pemilu adalah biaya, kesiapan kader, pemateri/narasumber, dan saran dan prasarana.

Di titik ini, sebaiknya partai politik harus membedakan mana anggota dan mana kader partai. Tanpa adanya pembedaan tersebut, seseorang yang baru mendaftar dan diterima dengan otomatis dikatakan sebagai kader walaupun tidak pernah sama sekali mengikuti proses pengkaderan dan proses kaderisasi partai politik secara formal.

Artinya, seharusnya berjenjang dan selalu ada syarat untuk para kader yang ingin mengikuti jenjang berikutnya agar kelak partai tidak kekurangan kader-kader berkualitas.

Cara seperti ini setidaknya akan menyaring kader-kader yang dianggap potensial yang bisa dijadikan sebagai persiapan dalam proses rekruitmen dalam pengisian jabatab sentral dalam kepengurusan ataupun dicalonkan dalam pemilihan anggota legislatif atau eksekutif.

Untuk partai politik, proses kaderisasi harus terencana, terstruktur, ada jenjang pengkaderan untuk proses penanaman nilai-nilai partai berjalan sehingga berjalan efektif.

Untuk Partai Politik, rekrutmen politik dalam hal pengisian jabatan-jabatan sentral dikepengurusan partai seharusnya tidak boleh diberikan kesempatan kepada orang-orang eksternal.

Sebab, pada dasarnya orang yang dipercaya mengelola partai adalah mereka yang sudah mengenal baik tentang partai tersebut baik secara ideologi sampai kepada visi - misi partai.

Dalam rekruitmen calon anggota legislatif juga seahrusnya partai tidak memberikan peluang kepada orang-orang yang memang bukan berasal dari kader asli partai. [LS]


Posting Komentar

0 Komentar