Tahapan Pilkada Serentak 9 Desember 2020

Tahapan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 Komisi II DPR RI telah menyetujui usulan pemerintah terhadap penundaan pelaksanaan pemungutan suara pilkada serentak tahun 2020 dari sebelumnya tanggal 23 September 2020 menjadi tanggal 9 desember 2020.

Sebagian dari dua tahapan pemilihan (tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan), sebagaimana diamanatkan dalam PKPU 15 THN 2019 Pasal 3, 4, 5  sudah dilakukan.

Tahapan persiapan meliputi
  1. perencanaan program dan anggaran; 
  2. penyusunan peraturan penyelenggaraan Pemilihan; 
  3. perencanaan penyelenggaraan yang meliputi penetapan tata cara dan jadwal tahapan pelaksanaan Pemilihan; 
  4. pembentukan PPK, PPS, dan KPPS; 
  5. pembentukan Panitia Pengawas Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Kecamatan, Panitia Pengawas Lapangan, dan Pengawas TPS; 
  6. pemberitahuan dan pendaftaran pemantau Pemilihan; 
  7. penyerahan daftar penduduk potensial pemilih; dan (h) pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.
Tahapan penyelenggaraan meliputi:
  1. pengumuman pendaftaran Pasangan Calon; 
  2. pendaftaran Pasangan Calon; 
  3. penelitian persyaratan calon; 
  4. penetapan Pasangan Calon; 
  5. pelaksanaan kampanye; 
  6. pelaksanaan pemungutan suara
  7. penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara
  8. penetapan calon terpilih
  9. penyelesaian pelanggaran dan sengketa hasil Pemilihan; dan 
  10. pengusulan pengesahan pengangkatan calon terpilih. 
*Tahapan penyelenggaraan poin 1-4 sudah dilakukan, sedangkan poin 5-10 belum dilaksanakan.

Penundaan yang terjadi karena pandemi Korona ini pasti juga akan merepotkan para calon. Kendati masa perkenalan awal telah dilakukan (terjun langsung ke lapangan maupun lewat media yang ada) pada bulan Januari-Maret yang lalu, namun itu tak menjamin konsistensi calon pemilihnya.


Calon pemilih itu dinamis

Calon pemilih tak peduli seberapa besar biaya yang telah Anda hamburkan, karena mereka punya independensi untuk memilih; dan itu tergantung pada diri mereka sendiri. Untuk itu, pasangan calon kepala daerah haruslah tetap dirawat dan dijaga, dan diingatkan kembali tentang pesona dan persona calonnya.

Mungkin tim pemenangan harus merancang ulang strategi pemenangan dan menghidupkan kembali media publikasi yang selama pandemi ini vakum. Atau, calon harus dibawa lagi ke lapangan: diliput segala kegiatan di lapangan dan dipublikasikan di media yang tersedia.

Misalnya, para calon pemilih diingatkan kembali tentang paslon X+Y yang telah membantu mereka selama ini sebagai pemimpin yang tegas, lugas, dan tak suka memeras.

Pendeknya, semua elemen pemenangan harus dioperasikan kembali dengan cara yang lebih efektif. Ini pasti membutuhkan biaya yang bahkan lebih besar lagi.Langkah ini akan menentukan kemenangan para calon, apalagi calon-calon lain juga melakukan cara yang sama: merebut hati calon pemilih.

Bukan tak mungkin para calon justru lebih mengandalkan uang daripada strategi di masa kampanye yang singkat ini.

Pendeknya, penundaan jadwal pilkada ini akan memaksa para calon bekerja lebih keras. Mereka harus segera mengevaluasi struktur hirarki kerja tim mereka yang sempat vakum karena korona.

Para paslon harus menggugah kembali peranserta keluarga atau komunitas, dan paling penting adalah menjaga konsistensi anggota tim pemenangan hingga ke tingkat dusun atau RT.


Posting Komentar

0 Komentar