Vandiko, Bacabup Milenial Di Era Digital

Vandiko, Bacabup Milenial Di Era Digital
Pertemuan perdana penulis dengan Vandiko Timotius Gultom (15/7) di sebuah cafe di bilangan Tanjungsari Medan.


Vandiko Timotius Gultom ini bukan Gen-Y alias anak milenial dalam kelompok generasi manusia menurut Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall. Pada umumnya kaum milenial selalu sibuk dengan gawai mereka: mengumbar aktivitas day by day dan berbagi foto-foto diri di akun medsos mereka. Vandiko justru sebaliknya. Ingin malah sedang sibuk mengkonversi energi kreatifnya sebagai generasi milenial untuk memajukan Kabuapten Samosir, bona pasogitnya.

Selama ini bupati selalu datang dari generasi baby boomer yang berorientasi pada pencapaian dalam karier secara konsisten demi kesejahteraan anak cucu mereka dan lebih mengandalkan sesuatu dengan cara konvensional. Berikut tiga paslon pilkada Samosir 2020 dan umur mereka pada 9 Desember 2020 mendatang :



Kini, pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020 ini, Kabupaten Samosir mendapatkan calon termuda (28 tahun). Dia adalah Vandiko, cabup lulusan teknik sipil Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan  Staf Kementerian PUPR wilayah Jawa Timur yang membidangi pembangunan jalan Nasional.

Bila kebanyakan paslon ingin menjadi Bupati Samosir itu lebih pada peningkatan jenjang karir dan mengisi masa pensiun mereka, maka Vandiko justru ingin mempersembahkan masa produktifnya untuk memajukan Samosir.

Di titik ini, Vandiko seakan menggugat "tradisi" masyarakat Batak yang sejauh ini masih kurang memberi ruang dan peran kepada kaum muda, apalagi di bidang politik. Uniknya, Vandiko tak hanya berusia muda, tetapi juga belum menikah.

Kondisi ini justru menyirtakan bahwa Vandiko akan menjadi kepala daerah yang memilik banyak waktuk berkualitas untuk memajukan Samosir.

Betapa beruntungnya kabupaten Samosir bila pemuda yang memahami e-digital di bidang pembangunan infrastruktur ini bila kelak terpilih. Ia masih muda dan masih single, cerdas, tulus dan jujur serta sangat akrab dengan perkembangan teknologi.

Sebagaimana Gibran di Solo dan Bobby di Medan, Vandiko juga selalu mendapat tantangan dari masyarakat, terutama calon pemilih. Tak herang bila pertanyaan dan pernyataan berikut ini sering dialamatkan kepada Vandiko:
  • "So kawin dope, pittor naeng jadi bupati; ise ma annon jadi ibu PKK?" - Pertanyaan ini adalah kesempatan emas kepada Vandiko untuk memberi kenyamanan purba kepada sebagian warga Samosir yang memahami politik dari perspektif adat, bukan dalam perspektif demokrasi.

  • "Na disuru amaong do jadi bupati si Vandiko i di Samosir on. Ahama iantusi i, poso dope." - Pernyataan menggugat ini justru menegaskan betapa indikator kedewasaan ditengah masyarakat Samosir masih sebatas umur dan status perkawinan seseorang. Inilah kesempatan bagi Vandiko untuk hadir, memperkenalkan diri, memberi pemahaman baru untuk perubahan.
Jelas, pertanyaan dan pernyataan di atas samasekali tidak salah! Justru gugatan semacam ini akan memicu Vandiko untuk lebih memahami adat Batak yang dihidupi warga Samosir.

So, untuk masyarakat Samosir... #VANTAS adalah alternatif terbaik untuk Kabupaten Samosir. Bersama #VANTAS kemajuan Samosir akan berjalan lebih gesit. Ya, minimal agar sebutan negeri indah kepingan surga itu tak hanya terdengar abstrak. [Lusius Sinurat]


Posting Komentar

0 Komentar