#WDBISA Siap Bertarung Dengan Paslon Dari Partai

#WDBISA Siap Bertarung Dengan Paslon Dari Partai


Selain #WDBISA (Maruli Wagner Damanik - Abidinsyah Saragih), bacabup-bawacabup Simalungun yang maju lewat jalur partai sedang menunggu "purnama" dari para ketua umum partai yang berkantor di Jakarta sana.

Sembari menyanyikan lagu "Si Terang Bulan, para paslon tersebut rela mengikuti sekolah partai - yang sebetulnya tak mereka minati. Ya, setelah berbagi rejeki dengan para pengurus partai dari kabupaten hingga pusat, para paslon itu tiba-tiba harus paham ideologinya PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, dst.

Padahal selama ini mereka bahkan tak tertarik dengan profil partai apa pun. Memang luarbiasa pengorbanan para paslon yang maju dari jalur partai ini.

Tak seperti paslon dari independen yang langsung menanyakan kesediaan masyarakat mendukungnya, mereka ini rela harus bolak-balik Simalungun - Medan - Jakarta, demi lobi sana, lobi sini. Tragisnya, tak semua yang mendaftar akan mendapatkqn rekomendasi. Dan, ketika tidak mendapat rekomendasi, kerugian selama lobi harus ditanggung sendiri.

Bisa kita bayangkan ketika paslon yang sudah mendaftar ke partai X dengan menggunakan pesta adat Simalungun segala, membayar orang melobi partai, hingga sowan ke rumah ketua umumnya di Jakarta, eh taunya paslon itu tak mendapat rekomendasi dari Partai X.

Sudah begitu, saat lolos, mereka harus rela diceramahi Megawati, Parabowo, Surya Paloh, Erlangga Hartanto, Oso, atau para ketum partai yagn mendukung mereka.

Inilah dinamika berdemokrasi. Ada plus dan ada minus. Plusnya, bagi siapa saja yang punya uang, pengen jadi kepala daerah, dan merasa punya banyak kawan... boleh maju. Minusnya, ketika memutuskan untuk maju dari jalur paetai, ia menghabiskan banyak uang, dan kawan-kawan pendukung justru menggerogoti isi dompetnya sembari menunggu asa di samping bilik suara.

Semua orang tahu plus-minusnya itu, tetapi setiap ada Pilpres, pileg, pilkada dan pil-pil lain, masih banyak aja tuh orang yang mencalonkan diri. Tahu kenapa? Tentu, karena diatas plus dan minus itu selalu terbukan kesempatan untuk menang; dan kalau sudah menang, kantong yang minus pun bisa penuh lagi, bahkan lebih penuh dari yang ia keluarkan selama masa persiapan menjadi bupati.

Akhirnya, saya ucapkan... Selamat datang, para paslon bupati Simalungun (2020-2024) yang sudah mendapat rekomendasi dari partai . Kini saatnya, paslon-paslon ini harus berhadapan dengan duet jenderal dan pengusaha Simalungun.


Posting Komentar

0 Komentar